Siapakah Bupati dan Wakil Kuantan Singingi Pilihan Anda

Jumat, 18 Juni 2010

Stanggi Selayang Pandang


Nama Stanggi diambil dari sebutan untuk minyak harum (limau stanggi) yang merupakan farfum/minyak wangi tradisional Kuantan Singingi. Minyak stanggi ini hanya ada di Kuantan Singingi khususnya di daerah Lubuk Jambi. Tradisi memekai minyak stanggi biasanya pada waktu sebelum Ramadhan tiba dan pada waktu hari raya, yang dikenal dengan istilah mandi balimau dan tradisi manjopik limau.

Minyak stanggi terbuat dari ramuan tradisional, seperti akar, daun, bagian tumbuhan yang harum baunya. Dalam artian stanggi merupakan saripati dari bahan-bahan yang berbau harum. Karena banyaknya minyak wangi modern yang beredar di pasaran, maka minyak stanggi sudah jarang digunakan. Beranjak dari kondisi inilah, nama STANGGI dinobatkan menjadi nama radio. Secara filosofis, Radio Stanggi bermaksud menjadi pengharum Kuantan Singingi dalam dunia Broadcasting.

Radio Stanggi berdiri dan mulai mengudara pada hari Sabtu tanggal 24 Desember 2005 yang berkantor/studio di Puncak Bukit Kobun Nopi, yaitu kawasan tertinggi diperbatasan Kuantan Mudik dan Gunung Toar. Untuk memberikan hiburan dan informasi yang merata bagi masyarakat, Radio Stanggi menggunakan teknologi radio siaran terkini dengan daya pancar 750 watt, dengan luasan jangkauan 40-60 km2 (Kabupaten Kuantan Singingi, Inhu, Dharmasraya, dan sebagaian Sawah Lunto Sijunjung).

Sampai saat ini, radio siaran masih menjadi media yang paling mudah diakses masyarakat. Oleh karena itu Radio Stanggi hadir menjadi media yang paling pas dalam mempromosikan usaha anda.
SELAMAT BERGABUNG BERSAMA KAMI…………